Rabu, 01 Agustus 2012

Pengertian Individu, Populasi, dan Adaptasi, serta Interaksi antar Komponen


Di bawah ini akan dibahas mengenai :
  1. Apa yang dimaksud dengan individu dan populasi?
  2. Apa yang dimaksud dengan adaptasi?
  3. Bagaimana cara menghitung kepadatan populasi?
  4. Bagaimana cara menghitung kecepatan perubahan populasi?
  5. Jelaskan hubungan antarkomponen, individu dan populasi!



Individu

Istilah individu berasal dari bahasa Latin individum yang berarti tidak dapat dibagi. Dalam ekologi, beberapa ciri-ciri individu antara lain:

a.         Suatu individu selalu menggambarkan sifat tunggal.
b.        Dalam diri yang tunggal terjadi proses hidup sendiri.
c.         Proses hidup yang satu dengan lainnya berbeda.

Jadi secara istilah individu dapat diartikan  sebagai sebutan untuk makhluk atau organisme tunggal yang dapat berdiri sendiri. Contohnya seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia.

Dalam mempertahankan hidup, setiap jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi.

Ada bermacam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu: adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

1.    Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh adaptasi morfologi, antara lain:

a.       Gigi-gigi khusus

Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.

b.      Moncong

Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yang dapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.

c.       Paruh

Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya.

d.      Daun

Tumbuhan insektivora, misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan. 

e.       Akar

Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang, berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas.


2.      Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contohnya adalah:

a.       Kelenjar bau

Musang dapat mensekresikan bau busuk dengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

b.      Kantong Tinta

Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita.

c.       Mimikri

Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya.

3.        Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku makhluk hidup. Contohnya sebagai berikut :

a.         Pura-pura tidur atau mati

Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.

b.        Migrasi

Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut.

Populasi

Tidak ada makhluk hidup yang dapat hidup sendiri. Setiap makhluk hidup membutuhkan makhluk hidup lain. Oleh karena itu, makhluk hidup tinggal bersama makhluk hidup lain.

Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan dalam waktu tertentu disebut populasi. Misalnya, 1 ayam jantan, 2 ayam betina, dan 3 anak ayam di kandang membentuk populasi ayam.

Suatu organisme disebut sejenis bila organisme tersebut menempati daerah atau habitat yang sama, serta mempunyai persamaan bentuk, susunan tubuh, dan aktifitas.

Jika populasi berkumpul dan hidup pada waktu dan daerah tertentu serta saling berinteraksi dan mempengaruhi, maka populasi-populasi ini disebut komunitas. 

1.      Kepadatan Populasi
Jumlah individu sejenis dalam suatu satuan luas daerah tertentu disebut kepadatan populasi. Istilah kepadatan populasi banyak digunakan dalam bidang kependudukan. Untuk mengetahui kepadatan populasi di suatu tempat, dapat menggunakan rumus:
        D = N / S

Keterangan: D         = kepadatan penduduk
                   N         = jumlah individu
                   S          =  luas daerah atau tempat

Sebagai contoh, suatu daerah luasnya 10 km2 dihuni 50 ekor rusa dan 30 ekor kelinci, maka kepadatan populasi kedua hewan di daerah tersebut adalah sebagai berikut:
Kepadatan populasi rusa      = 50 ekor/ 10km2 atau 5 ekor/km2
dan
Kepadatan populasi kelinci =    30 ekor/ 10km2atau 3 ekor/km2

 2.      Perubahan Populasi
Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan dapat berupa penambahan dan pengurangan. Perubahan populasi yang bersifat penambahan dapat disebabkan kelahiran (natalitas) dan kedatangan (imigrasi) dari tempat lain. Dan perubahan yang bersifat pengurangan dapat disebabkan kematian (mortalitas) dan perpindahan (emigrasi) ke tempat lain. Natalitas dan mortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan semua populasi. Sedangkan dinamika populasi yang disebabkan imigrasi dan emigrasi khusus untuk organisme yang dapat bergerak, seperti hewan dan manusia.
Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.
                       
          Perubahan tersebut dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Secara sistematik dirumuskan sebagai berikut:
DP = N/t



Keterangan: DP       = kecepatan perubahan populasi
                   N         = jumlah populasi
                  t           = waktu

Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang berkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi :
(700-500)/ (1990-1980) = 200/10 = 20 batang/ tahun
Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah 20 batang.
Ada beberapa faktor penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi. Dari alam dapat disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya karena tebang pilih.
Pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik itu antara lain: kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. 

Interaksi Antarkomponen

Interaksi antara individu satu dengan individu lain di dalam spesies yang sama pada suatu areal tertentu membentuk populasi. Interaksi antarindividu ini dikenal interaksi intraspesifik. Dan populasi berinteraksi membentuk komunitas. Interaksi antarpopulasi berbentuk hubungan:

  1. Simbiosis mutualisme, yaitu hubungan antar organisme atau populasi yang saling menguntungkan. Misalnya: kupu-kupu dan bunga.
  2. Simbiosis parasitisme, yaitu hubungan yang merugikan salah satu organisme. Misalnya antara kutu dan anjing.
  3. Simbiosis komensialisme, yaitu salah satu organisme diuntungkan, dan yang lain tidak dirugikan. Misalnya anggrek dan pohon yang ditumpanginya.
  4. Predatorisme, yaitu yang satu memakan yang lain. Misalnya antara kucing dan tikus.
  5. Netralisme, yaitu tidak ada yang diuntungkan dan tidak ada juga yang dirugikan. Misalnya cicak dan kecoak.
  6. Kompetisi, yaitu antarpopulasi memiliki kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Misalnya kambing dan sapi.









_ _ _ _ _
Referensi:
Daroji dan Haryati. 2007. Sains Biologi. Solo: Tiga Serangkai.
Pratiwi, dkk. 2004. Biologi SMA. Jakarta: Erlangga.
Sumarwan, dkk. 2000. IPA Biologi SMP. Jakarta: Erlangga.
Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. Biologi SMA 1 B. Malang: Erlangga.










1 komentar:

  1. blogger pelit!
    bikin post itu buat bantu orang apa mau ngeksis?
    pake pasang anti copas segala!

    BalasHapus